Karakter Moral Ibu Profesional versi Umi Yumna


 Ada 5 karakter Moral Ibu Profesional yang perlu dipahami.

1. Never Stopped Running the Mission Alive.

Sebagai seorang muslim , kita memiliki misi kehidupan yang ALLAH berikan, misi tersebut adalah beribadah kepada NYA. konteks ibadah kepada ALLAH bukan hanya ibadah mahdoh terkait sholat, puasa, zakat,zikir atau haji saja. tetapi juga selain itu. ketika kita menuntut ilmu karena mencari ridho ALLAH, maka hal itu bernilai ibadah. ketika kita bangun pagi dan berdoa kepada ALLAH dan meminta keberkahan usia, maka itupun bernilai ibadah.

Di dunia yang penuh distraksi saat ini, hanya kepada ALLAH lah bergantung dan meminta untuk diberi keberkahan ilmu dan dikuatkan jiwa ini untuk senantiasa beribadah kepada NYA.

perempuan sepanjang kehidupan nya juga menjalani berbagai peran, sebagai anak, sebagai istri, sebagai ibu, sebagai adik atau kakak bagi saudara nya, dan peran lain yang dijalani diluar rumah nya. sebagai seorang muslimah, saat menjalani peran tersebut, berusahalah untuk niat ibadah kepada ALLAH, dan meminta untuk diberi kemampuan menjalankan amanah dan tanggungjawab tersebut, insyaallah ALLAH akan mampukan kita menjalankan peran dan misi yang diberikan.

Ketika kita menyadari peran yang kita miliki saat ini baik domestik ataupun diluar rumah. yang harus kita lakukan adalah jangan berhenti bertumbuh. 

2. I know I can be Better.

yah.. kita dapat senantiasa menjadi lebih baik setiap hari. Ali bin Abi Thalib pernah berkata. seseorang dikatakan beruntung jika dia lebih baik dari hari kemarin, dikatakan merugi jika dia sama seperti kemarin dan dikatakan buntung jika dia lebih buruk dari kemarin.

yeah.. menyadari bahwa kita BISA menjadi lebih baik dari saat ini akan mengubah pola pikir dan pola sikap kita. ALLAH sendiri berfirman " Tidaklah aku mengubah suatu kaum kecuali mereka mengubah diri mereka sendiri"

jadi wahai diri, tanamkan niat dan komitmen untuk memperbaiki diri, dan meminta petunjuk ALLAH untuk memudahkan jalan menuju kebaikan.

3.Sharing is Caring

Berbagi kepada orang lain adalah bentuk perhatian. walaupun hanya sebatas senyum. tidak harus berupa harta. beberapa hari yang lalu di sebuah grup whatsapp, seorang ibu mengeluhkan perihal screen time anak balita nya. lalu dengan meminta izin berpendapat, saya sharing tentang mengatur setelan ruang anak di hape, sehingga kita bisa mengatur setiap pemberian gadget hanya diberi durasi 15 menit. dengan berbagai syarat lain penggunaan gadget seperti dibatasi,didampingi, dan dipinjamkan. saya tidak menyangka bahwa mereka begitu gembira mengetahui adanya setelan tersebut di gawai mereka.padahal bagi saya hal itu merupakan suatu hal yang sederhana.

4. Don't teach me, I Love to learn.

sejak bayi, kita menyukai belajar, mulai belajar mengangkat kepala, tengkurap, merangkak, berjalan, berlari, bicara dan seterus nya. tapi ketika menjadi dewasa dan 'LULUS" dari Perguruan Tinggi lalu di wisuda, kita seakan-akan "berhenti" belajar. merasa "cukup" belajar.

Dalam menjalani kehidupan, sebagai seoarang istri dan ibu, kita seharusnya tidak bergantung pada insting saja, tapi harus mencari tahu ilmu nya. misal memasak makanan saja kita mencari tahu resep agar makanan ini bisa memiliki cita rasa yang lezat. bagaimana mungkin kita menjalankan peran sebagai ibu hanya mengandalkan pengalaman kita saat menyaksikan orangtua kita mendidik kita dulu.

ayo belajar, belajar dan belajar. minta kepada ALLAH agar dikaruniai ilmu yang berkah dan bermanfaat.

5. Always on time.

mari berkomitmen menjalani perbaikan diri, dan belajar di program matrikulasi ibu profesional dan menjalankan misi dan tugas yang diberikan dengan tepat waktu.


Apa yang saya rasakan setelah mengetahui 5 karakter moral tersebut?

saya merasa bersyukur dan bersemangat karena seperti diingatkan pribadi seperti apa yang saya inginkan. saya ingin menjadi individu yang lebih baik, bukan untuk bersaing dengan orang lain, tapi menjadi lebih baik dari versi diri saya sebelumnya. saya ingin menjadi pribadi yang suka belajar hal-hal baru dan menyenangkan, buat hanya pribadi yang terdistraksi oleh silau nya berbagai hiburan yang ada di gawai. saya harap dengan menjadi individu yang bertumbuh menjadi lebih baik, akan berdampak pada keluarga dan juga anak-anak. mereka akan mengenal umi nya sebagai pribadi yang suka belajar dan senantiasa bertumbuh bersama mereka.

Refleksi karakter Ibu Profesional pada diri dan kehidupan saya dalam menjalankan peran sebagai perempuan, seorang ibu dan istri.

Sebagai perempuan, ibu dan istri, selama ini saya menjalani peran belum optimal, dalam artian masih menjalani hari demi hari, autopilot. padahal dalam pekerjaan, saya punya target harian, mingguan, bulanan dan tahunan. apa yang mau dicapai. kesadaran ini muncul setelah mengikuti matrikulasi yang membuatku menulis jurnal. bagiku menulis jurnal itu seperti menguraikan benang kusut yang ada di kepala, apa yang ingin aku cari, apa yang aku harapkan, kenapa aku melakukan sesuatu dan tahapan yang perlu aku lakukan untuk mencapai nya. semua yang selama ini penuh dikepala, bisa terlihat jelas setelah menuliskan nya dalam sebuah jurnal.

saya akan berusaha menjadi individu yang lebih baik, senantiasa belajar untuk bertumbuh bersama suami dan anak-anak, berusaha berbagi hal-hal kecil bagi sesama di komunitas dan berusaha menepati komitmen yang telah disepakati.

Bagaimana melatih nya? dan bagaimana perasaan saya saat melatih karakter tersebut?

saat mengikuti program matrikulasi ini, saya berusaha melatih karakter tersebut terutama cinta belajar. dengan cara berkomitmen mengikuti peta belajar yang dibuat dan menjalankan nya. seperti sebelumnya, saya menargetkan untuk mempelajari segala yang berkaitan dengan homeschooling baik dari rumah inspirasi ataupun blog dan buku-buku lain baik ebook dari kindle atau gramedia dan juga beberapa buku cetak seperti cinta yang berfikir nya Ellen Kristi. dengan belajar mengenai homeschooling benar-benar membuka wawasan saya mengenai makna pendidikan, apa yang saya inginkan dari jalur ini, mengukur diri apakah saya mampu menjalani nya, dan apa langkah-langkah yang harus saya lakukan dalam menemani anak-anak berproses.

saya merasa sangat bersyukur menemukan komunitas untuk senantiasa bertumbuh dan mengirimkan energi positif, yang semoga bisa berdampak pada diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adek hana belajar mengenal huruf H

H10 menuju Baitullah

Perjalanan H9 menuju Baitullah