Self Awareness: Mengenal diriku, Mempengaruhi cara pengasuhan ku (Hari ke 2)

 


Tantangan Hari ke 2. aku akan menjawab beberapa pertanyaan diatas:

Apa yang ibumu sering katakan tentang mu?

Ga tahu, ibu ku hanya sering menyebutku si kembar.

Apa yang ayah mu sering katakan tentang mu?

ga tahu, yang aku ingat cuma dari ayah ku adalah pancasila yang artinya kalau dia marah, lima tangan nya siap memukul kami anak-anak nya. atau ada rotan pemukul kasur diatas tempat tidur yang siap memukul kami kalau nakal

apa yang sering dikatakan nenek ku dulu?

iya aku anak putus bonding. sejak kecil aku tinggal dengan nenek dan mama ku (adek ayah). ayah dan ibu ku tinggal di kota lain. kami diasuh nenek karena kakek ku meninggal di hari kelahiran ku. ya aku anak kembar dengan kk ku. jadi untuk mengobati hati nenek, aku dirawat nenek dan mengalami putus bonding dari ayah dan ibu ku.

nenek sering memanggilku si mata bola, karena mata ku bulat, dan kadang aku suka melawan dengan memelototkan mata ku. dan kakak ku dipanggil si tahu lalat karena dia punya tahi lalat diatas bibir nya. kadang kalau dia tidak tanda kami, dia akan memanggil kami si kembar.


Bagaimana ceritaku setelah mengingat kembali apa yang ayah,ibu dan nenek ku sering katakan tentang diriku?

sampai saat ini aku masih menatahati ku. aku masih canggung bersama ayah dan ibuku. walaupun saat dewasa kini, ibuku tinggal bersama ku udah hampir 10 tahun. tapi ga bisa menggantikan kekosongan dalam hati ku. betapa aku merindukan ibu ku saat aku kecil. betapa aku iri dengan teman2 yang memiliki ayah. suami mama ku ada dirumah yang aku tempati bersama nenek. aku memanggilnya papa. tapi dia bukan ayah ku. 

aku paling sedih saat kecil dulu, kalau kami dibilang saudara sepupu oleh adek sepupu ku. rasanya kami seperti anak yang tak punya orangtua.

teman ku pernah mengatai ku sebagai anak tukang roti, karena salahsatu adek nenek kebetulan tinggal dirumah yang sama berjualan roti keliling. aku sedih bukan karena malu dikatai, bukan. aku sedih karena beliau bukan ayah ku. sampai sekarang rasanya masih sulit bagiku memaafkan ayah ku.

perasaan-perasaan negatif ini masih belum sembuh benar, aku sudah melalukan beberapa upaya untuk merasakan cinta ayah ku dan ibu ku, dan aku juga berusaha memahami alasan nenek ku merawat ku. karena ini luka pengasuhan darigenerasi sebelumnya. ayah ku juga mengalami putus bonding sehingga dia juga tidak merasa bersalah membuatku dan kk ku putus bonding.

jujur ini juga mempengaruhi hubungan ku dengan adek-adek ku. karena aku iri dengan mereka karena mereka bisa tinggal bersama dengan ayah dan ibu ku. tapi tidak dengan kami. sekuat apapun aku berprestasi aku ga bisa tinggal dengan ibu ku. sberapapun rindu nya aku dengan ibu.

aku ingat saat sepupu ku ulangtahun dan dia mendapat boneka baru. aku hanya bisa gigit jari. aku tak pernah ingat kalau aku punya boneka. sampai sekarang aku juga ingat saat malam2 aku rindu ingin dipeluk ibu, aku hanya bisa memeluk guling ataupun kakak kembar ku.

masih ada lubang itu didalam hati ku. aku hanya berharap, anak ku mengalami masa kecil yang bahagia. mereka mengingatku sebagai ibu yang memeluk mereka setiap malam. membacakan buku kepada mereka dan bernyanyi bersama.

aku tahu ibu mencintai ku, saat itu ilmu parenting belum marak dipelajari oleh para orangtua, mereka tujuan nya baik, mencari uang untuk keperluan kami. mereka hanya tidak tahu kalau itu akan berdampak begitu kuat dan membuat lubang yang menganga di hati ku.

rasanya aku ingin kembali ke dita kecil waktu itu dan berkata, terimakasih ya ta, kamu udah kuat melewati semua nya saat itu, berbahagia sekarang ya, ada aku yang menemani mu bermain boneka. kita main bareng ya dita kecil. ibu dan ayah sayang padamu. mereka hanya belum tahu cara nya saat itu.

terimakasih ya sudah menjadi kuat selama ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adek hana belajar mengenal huruf H

H10 menuju Baitullah

Perjalanan H9 menuju Baitullah