Tantangan 14 hari Zona 6. Keterampilan Literasi (Ibu Baca Buku) Hari ke 1

 

Nama : Dita

Partner Baca: diri sendiri

1. Buku yang dibaca hari ini:

judul : The Body Keeps The score: Brain, Mind and Body in the healing Trauma

pengarang: Vessel Van Der Kolk, M.D.

Halaman: 424-432


cerita tentang kegiatan membacaku hari ini:

hari ini aku membaca buku the body keep the score. aku sudah mulai membaca buku ini sejak bulan lalu, tapi ya hanya bebereapa halaman per hari. hari ini aku membaca sub bab yang berjudul liberating the exiled child.
secara umum buku ini bercerita tentang apa yang dialami oleh pasien yang mengalami trauma, baik dia trauma akibat perang, trauma akibat kekerasan seksual, ataupun kekerasan dalam pengasuhan, bullying atau kekerasan dalam rumah tangga.
pada bab yang aku baca kali ini, bercerita tentang peter , seorang dokter onkologist yang sukses, tapi dia datang ke psikiater karena permasalahan dengan istrinya, dia takut ditinggalkan oleh istri nya. karena menurut istri nya dia seperti orang yang tanpa emosi. saat sang psikiater menanyakan perihal hidupnya peter bilang bahwa dia baik-baik saja, keluarga nya juga baik-baik saja, bahwa dia pekerja keras. tapi menurut istrinya dia tidak seperti itu, hubungan mereka selama ini tanpa emosi, selain itu istrinya tidak tahan dengan kritik yang selalu dilontarkan nya dan istrinya memutuskan untuk bercerai. lalu saat suatu sesi, psikiater menanyakan kepada peter, apa perasaan nya saat istrinya memutuskan untuk meminta cerai, dia merasa sedih, dia merasa ditinggalkan dan diabaikan. hal ini membuka kejadian nya di masa lalu. ternyata orangtua nya merupakan orang yang selamat dari korban holocaust, dan ayah nya kerap menceritakan itu kepada dia sejak kecil, selain itu dia sering ketakutan mendengarkan teriakan ibu nya yang dipukuli oleh ayah nya. hal ini membuat peter mengalami trauma, dan dia mengalami disosiasi, bagian tubuh yang sadar disebut dengan manajer, dan bagian tubuh tidak sadar disebut dengan pemadam kebakaran. beberapa kali sisi pemadam kebakaran nya muncul dan mengambil alih prilaku peter. seperti berteriak meninggalkan sesi terapi. di satu sesi peter juga bercerita alasan kenapa dia suka mengkritik orang lain, dan bersikap perfeksionis, supaya dia tidak terluka, supaya tidak ada yang menghina dia jika dia memulai dengan kritik, dan ini berdampak pada kehidupan sosial nya. setelah menjalani terapi, dan dia menerima sisi nya yang terluka , hubungan pernikahan nya pun bisa diselamatkan, dan kehidupan sosial nya juga menjadi lebih baik.

Hal baik yang  yang bisa diambil dari bacaan hari ini adalah, trauma ini bisa dialami siapapun, dan jika kita mengalami nya, melarikan diri bukan lah solusi, tapi menerima perasaan terdalam kita, mengakui nya dan menyembuhkan luka-luka itu maka itu menjadi lebih baik untuk pertumbuhan dan kesembuhan trauma kita.

dokumentasi



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adek hana belajar mengenal huruf H

H10 menuju Baitullah

Perjalanan H9 menuju Baitullah