Tantangan 14 hari Zona 6. Keterampilan Literasi (Ibu Baca Buku) Hari ke 3
Nama: Dita
Partner : diri sendiri
Buku yang dibaca: Cinta yang berfikir
author : Ellen Kristi
Bab 6. Menjadi atmosfer inspiratif hal. 41-46
Cerita tentang kegiatan membaca ku hari ini.
bab ini membahas tentang kebutuhan jiwa anak akan makanan spiritual untuk pertumbuhan jiwa nya. makanan itu adalah ide atau gagasan. ide yang dimaksud disini adalah sesuatu yang dapat menggugah jiwa, yang mengaktifkan benak kita. seperti saat kita tersentuh dengan bacaan kitab suci, atau tercenung mendengar kisah inspiratif, kita merasakan sentuhan nya. saat ide itu datang, tiba-tiba kita memiliki sudut pandang yang baru, minat intelektual kita digugah, hati kita diperkaya, pendirian kita dibentuk dan karakter kita dibangun.
bagi seorang anak, ide-ide ini pertama kali akan dia temui dan dia serap dari atmosfer kehidupan nya sehari-hari, dari orangtua nya, dari keluarga nya. saat anak membantu ibu membersihkan kamar nya, saat dia melihat ibu nya menjaga aurat nya saat keluar rumah dan berpakaian yang berbeda saat dirumah, anak menyerap ide perihal batasan aurat. saat anak mengurus dan bermain dengan kucing peliharaan nya, anak menyerap ide tentang menyayangi binatang, saat anak memiliki adek, dia belajar untuk berbagi dan menyayangi adek nya, begitu juga saat dia berinteraksi dengan tetangga, atau bertemu kakek nenek nya. di buku ini , Ibu Charlote Mason menyebutkan tentang rumah adalah sekolah perdana yang mengesankan bagi anak. dan guru pertama bagi anak adalah ibunya, ayah nya, kakak nya dan semua yang ada disekitar nya. bahkan beliau menyebutkan sepertiga hasil pendidikan disumbang oleh atmosfer rumah tangga.
anak adalah peniru ulung, children see, children do. anak melihat kita, setiap menit nya, apa yang kita lakukan, apa yang menjadi prioritas kita. saat adzan berkumandang, apakah kita langsung sholat atau memilih bermain games, sadar atau tidak sadar mereka melihat pilihan-pilihan kita. mereka melihat keseriusan kita mengerjakan sesuatu, mereka melihat cara kita marah, cara kita bicara, apa yang kita lakukan di waktu luang, apakah kita hidup sehat atau tidak. memang belum tentu mereka meniru semuanya, sebab mereka adalah pribadi yang memilih sendiri kehidupan mereka, namun kata Naomi Aldorf, Cara orangtua menjalani hidup menjadi sudut pandang anak dalam mempersepsikan hidup dan dirinya sendiri.
Hal baik yang bisa diambil dari bacaan ini:
menyadari hal ini, membuat kita harus berbenah, bagaimana kita berharap anak memiliki kebiasaan yang baik, seperti makan sayur, jika kita sebagai orangtua jarang masak sayur dan enggan makan sayur. bagaimana kita berharap anak kita menutup aurat sempurna, saat orangtua tidak menutup aurat. alangkah ironi misalnya ada orangtua mengantar anak nya yang menutup aurat lengkap ke sekolah tapi ibu yang mengantar tidak menutup aurat nya. ide apa yang akan diserap anak? apakah menutup aurat wajib atau hanya sebagai kewajiban mengenakan seragam. jadi mari berusaha memperbaiki diri sembari bertumbuh bersama anak-anak kita.
Dokumentasi:


Komentar
Posting Komentar